SISTEM BAGI HASIL USAHA PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BUNGUS KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

Wendy Alan, Hendrik ', Firman Nugroho

Abstract


ABSTRAKSistem pembagian hasil laut dipandang sering tidak seimbang antara bagian nelayan pemilik dan nelayan buruh sehingga sistem pembagian hasil laut sering dikritisi peneliti sebagai penyebab ketimpangan pendapatan. Satu trip penangkapan kapal mini purse seine dapat dilakukan selama 1 bulan sedangkan kapal big purse seine dapat dilakukan selama 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bagi hasil usaha purse seine yang berlabuh di PPS Bungus yaitu setelah dikurangi biaya produksi, 70% untuk nelayan pemilik dan 30% untuk nelayan buruh. Bagian 30% tersebut kemudian dibagi menjadi 20% untuk seorang nahkoda dan 80% untuk nelayan buruh lainnya. Sedangkan dalam undang-undang sistem bagi hasil perikanan no.16 tahun 1964 nelayan buruh minimal memperoleh 40% dari hasil bersih. Pendapatan yang paling banyak dari bagi hasil usaha mini purse seine adalah pendapatan nelayan pemilik berjumlah Rp. 91.902.100,- per trip sedangkan pendapatan paling sedikit dari bagi hasil usaha tersebut adalah pendapatan ABK berjumlah Rp. 1.226.600,- per trip. Pendapatan yang paling banyak dari bagi hasil usaha big purse seine adalah pendapatan nelayan pemilik berjumlah Rp. 199.285.400,- per trip sedangkan pendapatan yang paling sedikit dari bagi hasil usaha big purse seine adalah pendapatan ABK berjumlah Rp. 1.870.200,- per trip.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.